Review Canon EOS 60D
30/01/2011 – Posted in GADGET

Canon EOS 60D bisa dibilang salah satu jawaban untuk fotografer yang sering mengambil foto dengan sudut pandang ekstrem. Sebut saja untuk fotografer jurnalistik yang kerap berdesakan ketika membidik gambar narasumber.

Dalam kondisi berdesakan dan wajah nara sumber terhalang banyak orang, tak jarang para fotografer mengandalkan instingnya dengan membidik tanpa melihat dari lubang view finder. Teknik tersebut tak selalu menghasilkan gambar yang bagus. Hasilnya pun berdasarkan kepada kemampuan dan insting setiap fotografer, yang sayangnya tidak banyak yang memiliki bakat menghasilkan gambar yang tepat.

Layar Vari Angle bisa dibilang menjadi daya jual utama EOS 60D. Dari tampilan fisik layar bisa diputar ke segala arah dengan lebar 3 inci ini sangat membantu penggunanya untuk mengambil gambar dengan sudut low angle atau overhead.

Canon EOS 60D

Hal tersebut berlaku untuk pengambilan gambar foto maupun video dengan kualitas HD yang ada di dalam EOS 60D. LCD Vari Angle sebenarnya bukanlah terobosan baru milik Canon. Nikon telah mengeluarkan seri D5000 yang mengusung teknologi layar Vari Angle. Hanya saja Nikon D5000 merupakan kamera kelas pemula, jelas tidak bisa disejajarkan dengan EOS 60D.

Spesifikasi umum EOS 60D

Sensor CMOS beresolusi 18MP
Prosesor DIGIC 4
Kecepatan continuous shooting hingga 5,3 fps dengan maksimum 58 foto Large/Fine dalam sekali jepretan tombol rana/shutter.
Sistem Auto Focus dengan 9 titik cross type auto-focus sensor
Rentang ISO antara 100 – 6400 yang dapat ditingkatkan hingga 12800
63-zone dual-layer metering sensor
Built-in speedlite transmitter
Fungsi perekaman video beresolusi hingga Full HD (1920x1080p)
Battery grip BG-E9 yang dapat diisi dengan 2 unit battery pack LP-E6
Dimensi body 144.5 x 105.8 x 78.6mm
Media penyimpanan memori SD, SDHC, SDXC card

Berada di tengah

Kehadiran 60D bisa dibilang sedikit unik. Sebelumnya banyak orang berharap kemampuan tipe ini melebihi EOS 7D sebagai kamera kelas menengah. Sayangnya, kemampuan 60D bisa dibilang di bawah EOS 7D, meski sama-sama mengusung resolusi 18 megapixel. Jika dilihat dari fitur dan kemampuannya, kamera ini berada di tengah antara EOS 7D dan 50D. Produk di kelas ini tidak memiliki bandingan dengan produk kompetitor, ditambah dengan keunggulan layar yang bisa diputar.

Produk ini memiliki kemampuan ISO yang mencapai rentang awal 100-6400 dan bisa ditingkatkan hingga 12800, sementara EOS 50D hanya memiliki rentang awal ISO 100-3200. Kemampuan EOS dalam mengambil gambar dengan ISO tinggi tak perlu diragukan lagi. Ketika dicoba, ISO 6400 yang dijajal pada 60D hanya menghasilkan sedikit noise. Gangguan baru terlihat jelas ketika ISO ditingkatkan menjadi 12800.

Keunggulan lainnya adalah kualitas video yang sama seperti tipe 7D, berbeda dengan EOS 50D yang tidak memiliki kemampuan video. Canon 60D memanjakan pengguna melalui kualitas Full HD (1920x1080p) dan berbagai frame rate yang bisa dipilih antara lain 30, 25 dan 24fps, serta 720p video pada 60 dan 50 fps.

Tak hanya itu, Canon juga menanam fitur-fitur unik seperti filter Toy Camera, Soft Focus, Foto Hitam Putih Berpasir (Grainy), dan Miniature yang membuat EOS 60D makin menarik.Berbagai fitur tersebut bisa diterapkan pada format JPEG dan RAW.

Keistimewaan lain dari Canon EOS 60D adalah kecanggihannya dalam melakukan proses gambar RAW dalam kamera. Salah satu contohnya dalam mengatur parameter pencahayaan, white balance, dan picture style untuk kemudian disimpan dalam format JPEG langsung di kamera tanpa melalui komputer.

Pengguna sebaiknya tetap berhati-hati dalam menggunakan kamera ini, karena keberadaan LCD putar bisa mengurangi nilai kekuatan body 60D jika digunakan sembarangan. Apalagi, bahan baku body 60D adalah polikarbonat resin, bukan magnesium alloy seperti EOS 50D atau Nikon D7000.

Catatan bagi pengguna yang mementingkan kecepatan pengambilan gambar per detik, Canon 60D memiliki kecepatan continous shoot hanya 5,3 frame per detik. Angka ini masih kalah dibandingkan dengan Canon 50D atau Nikon D7000 yang memiliki kecepatan 6 frame per detik (Ucupers)