Anda ingin membeli DSLR tapi anggaran terbatas? Bingung melihat banyaknya pilihan yang ada di kelas DSLR ekonomis? Atau anda agak ragu saat dengar nama Pentax? Ingin tahu kelebihan dan kekurangan Pentax dibanding DSLR papan atas lain? Simak terus tulisan ini..

 

 

.

Nama Pentax dalam dunia fotografi bisa jadi kalah poluler dibanding Canon atau Nikon, namun sebenarnya produsen kamera satu ini sudah lama malang melintang dalam dunia fotografi dan banyak menghasilkan kamera dan lensa berkualitas. Di dunia kamera DSLR, Pentax telah memiliki dua produk baru yang siap bersaing dengan pemain lainnya. Di kelas DSLR ekonomis, Pentax telah memiliki K200D, (berhadap-hadapan langsung dengan Canon EOS450D Nikon D60, Olympus E520 dan Sony A300), sementara di kelas semi-pro, Pentax mengandalkan K20D untuk bersaing dengan Canon EOS 40D, Nikon lama D80, Olympus E3 dan Sony A700.

Tren semakin murahnya kamera digital masa kini telah berhasil membawa perubahan pemikiran pada sebagian orang dengan berani membeli kamera DSLR karena harganya yang semakin dekat dengan kamera digital biasa. Hal ini berakibat banyak orang yang meski secara finansial sudah siap untuk membeli DSLR pertamanya, namun belum begitu familiar dengan pilihan yang ada. Bisa jadi saat mereka mendengar nama Pentax akan merasa ragu dan cenderung akan memilih merk yang lebih populer. Saya sendiri pernah mengalami keraguan saat akan memilih DSLR pertama saya setahun silam, yaitu antara Nikon D40 dan Pentax K100D. Meski saya akhirnya memilih Nikon, namun saya akui keputusan saya itu bukan hal yang mudah karena Pentax pun memiliki kualitas yang tak kalah baiknya. Kini setahun telah berlalu. Andai saya belum punya kamera DSLR, saya mungkin akan dihadapkan pada pengulangan sejarah dengan dilema memilih Nikon D60 atau Pentax K200D. Atau bagaimana produk DSLR lain tahun ini telah semakin marak dan pastinya bakal menambah kebingungan saya. Untungnya saya sudah tidak lagi menghadapi pilihan seperti ini, namun bisa jadi anda, pembaca semua, sedang dalam situasi kebingungan mencari informasi akan kamera DSLR ekonomis (khususnya mencari tahu lebih jauh tentang Pentax K200D), semoga artikel ini tidak membuat anda semakin bingung :)

.

Pentax K200D diposisikan untuk mengganti K100D yang menjadi kamera DSLR ekonomis dari Pentax, dengan target para fotografer pemula, atau mereka yang anggarannya terbatas. Sebagai DSLR ekonomis, spesifikasi yang diusung Pentax tak banyak berbeda dibanding pesaingnya sesama DSLR ekonomis, yang memiliki kisaran harga sekitar 6 jutaan plus lensa. Kesamaan spesifikasi DSLR ekonomis umumnya adalah pemakaian sensor berukuran APS-C, pemakaian viewfinder cermin (bukan prisma), ukuran yang kecil dan ringan, terbatasnya pilihan setting tingkat lanjut, dan kecepatan kinerja keseluruhan yang pas-pasan. Namun adalah hal yang umum bila tiap merk kamera memiliki fitur andalan tersendiri sebagai selling-point yang tidak dimiliki oleh pesaing. Terkadang fitur khusus inilah yang membuat seseorang akhirnya memilih merk tertentu, meski secara spesifikasi umum relatif sama.

Lantas apa yang menjadi daya tarik dari Pentax K200D ini? Ditengah padatnya pasar kamera DSLR ekonomis, Pentax melakukan beberapa terobosan yang membuatnya berbeda dibanding pesaing. Dengan bandrol harga DSLR ekonomis, Pentax K200D kini mengandalkan rancang bangun bodinya yang telah dust and splash resistant dan sensor CCD 10 MP yang telah dilengkapi dengan sistem Shake Reduction dan anti debu. Dengan demikian, meski K200D ini dibuat untuk menggantikan K100D, namun secara desain nampaknya K200D ini menjadi hampir seperti DSLR kelas menengah dari Pentax yaitu K10D.

Setidaknya, Pentax K200D ini cocok buat anda yang :

  • Suka fotografi outdoor. Apabila kamera DSLR ekonomis umumnya memiliki desain bodi dari plastik yang ringan dan kurang kokoh, Pentax justru menyuguhkan kamera DSLR ekonomis dengan bodi yang ‘badak’. Dengan ukuran 134x95x74mm dan bobot 690g, jelas K200D lebih besar dan lebih berat dari kamera sejenis. Dengan desain full weather sealed berkat lebih dari 60 pelapis karet, rangka baja high-grade dan bodinya berbahan fibreglass-reinforced polycarbonate, jelas inilah DSLR termurah yang cocok untuk dipakai di medan ekstrim tanpa perlu kuatir akan cuaca. Anda bisa dapatkan banyak kamera DSLR lain yang memiliki desain weather proof, namun tidak ada yang bisa semurah K200D ini. Pentax menyebutnya ‘all-photography weather’. Terdengar asyik bukan?
  • Suka stabilizer pada bodi. Bagi yang belum tahu, sistem stabilizer pada kamera DSLR terbagi menjadi dua pilihan, yaitu stabilizer pada lensa (seperti IS pada Canon dan VR pada Nikon) dan stabilizer pada bodi dengan membuat sensor dapat bergerak (seperti SR pada Pentax, Super Steady Shot pada Sony dan IS pada Olympus). Konsep stabilizer pada bodi kamera membuat solusi ekonomis dalam fotografi low-light karena setiap lensa yang dipasang pada kamera akan mendapat manfaat efek stabilizer hingga 4 stop. Bandingkan bila harus membeli beberapa lensa dengan stabilizer masing-masing yang harganya tentu tak murah. Meski demikian, sistem ini kurang efektif untuk mengkompensasi getaran saat memotret tele, untuk itu gunakanlah tripod.
  • Suka lensa-lensa Pentax lama yang murah. Pentax terkenal akan jajaran lensanya yang berkualitas dan terjangkau. K200D memiliki KAF2 bayonet lens mount yang tentu kompatibel dengan lensa KAF2, KAF and KA. Namun dari banyak lensa yang dibuat oleh Pentax, tampaknya lensa jenis primelah yang paling banyak dikagumi banyak fotografer. Hebatnya lagi, lensa Pentax jaman dulu pun masih bisa dipasang di kamera DSLR Pentax masa kini termasuk K200D.
  • Perlu mode Sensitivity priority. Umumnya kamera memiliki 2 mode semi-manual yaitu Aperture dan Shutter Priority. Kini Pentax mendesain satu lagi mode semi-manual yang dinamai mode Sensitivity Priority (Sv). Pada mode ini kendali akan nilai shutter speed dan aperture diatur otomatis oleh kamera, namun anda diberikan keleluasaan untuk menentukan nilai ISO. Mode ini hampir sama seperti mode Program (P) namun dengan nilai ISO yang mudah untuk diubah-ubah.
  • Perlu banyak titik AF. Bagi anda yang mencari DSLR dengan titik auto fokus yang berlimpah, tampaknya Pentax K200D bisa jadi pilihan yang tepat. Bagaimana tidak, K200D memiliki 11 titik AF dengan modul SAFOX VIII, sehingga menjadikannya kamera DSLR ekonomis dengan titik AF terbanyak. Bandingkan dengan Canon 450D dengan 9 titik AF dan Nikon D60 dengan hanya 3 titik AF. Bila K200D dipadukan dengan lensa kit Pentax DA 18-55mm, kemampuan auto fokusnya akan bertambah mantap dengan adanya sistem motor SDM baru.
  • Perlu set-up wireless flash. Nah, yang ini kabar baik bagi yang suka melakukan fotografi dengan wireless flash terpisah. Pentax K200D mampu mentrigger flash eksernal secara nirkabel sehingga memungkinkan pemakaian flash dari angle yang berbeda untuk kesan pencahayaan yang dramatis. Pada kamera DSLR yang tidak dilengkapi dengan fitur ini, set-up wireless flash hanya dimungkinkan dengan memasang flash eksternal pada kamera (seperti SB-800 untuk Nikon) yang bertugas sebagai commander, dan flash eksternal lain sebagai yang ditrigger. Untuk keperluan ini, tersedia lampu kilat AF360FGZ atau AF540FGZ dengan 100 ISO guide numbers of 36 dan 54.
  • Kurang puas dengan LCD 2,5 inci. Bahkan generasi semi-pro dari Pentax K10D pun memiliki layar LCD berukuran 2,5 inci. Namun K200D ini hadir dengan layar yang lebih lega (meski tidak seluas layar milik Canon 450D) dengan lebar 2,7 inci. Well, lumayan lah..
  • Perlu top status LCD. Fitur yang satu ini cukup jarang ditemui lagi di DSLR ekonomis masa kini. Pada DSLR Nikon ekonomis, fitur LCD tambahan ini terakhir ada di Nikon D50, selanjutnya absen di Nikon D40 hingga D60. Adanya layar LCD tambahan di sebelah atas ini sendiri tidak semua fotografer menyukainya, tapi setidaknya lebih baik ada daripada tidak sama sekali kan? Hanya saja jangan berharap bisa melihat tulisan di layar ini pada kondisi gelap, karena layar ini tidak dilengkapi dengan backlight.
  • Tidak perlu sistem live-view. Oke, inilah mungkin satu-satunya kekurangan utama dari Pentax K200D. Tapi sejujurnya, fitur live-view sendiri sebagai fitur anyar terbilang tidak banyak berpengaruh dalam menghasilkan foto yang berkualitas. Banyak sudah fotografer profesional yang menghasilkan ribuan foto yang bagus tanpa dibantu fitur ini. Terlepas dari manfaatnya untuk memudahkan pemotretan, masih ada diantara kita yang justru merasa tidak perlu akan adanya fitur ini. Bisa jadi dia merasa takut usia sensornya jadi singkat dan akan cepat rusak karena dipakai untuk live-view, atau dia tidak ingin usia baterainya jadi cepat habis karena memakai fitur ini.
  • Suka baterai AA. Terakhir, inilah daya tarik Pentax K200D dibanding pesaingnya (setidaknya bagi yang suka dengan baterai AA). Hingga saat ini tercatat hanya Pentax yang memberikan pilihan pemakaian baterai AA 4 buah yang praktis dan mudah didapat dimana-mana. Tidak seperti baterai Lithium, baterai AA rechargeable harganya amat terjangkau. Bagi yang ingin menambah daya baterai bisa mempertimbangkan membeli D-BG3 battery grip opsional yang berisi 4 baterai AA (lagi).

So, apakah ini artinya Pentax K200D layak jadi DSLR terbaik di kelas ekonomis? Nanti dulu, ingat pepatah : tak ada gading yang tak retak? Dibalik keunggulan dari K200D dengan bodi yang kokoh dan stabilizer pada bodi, Pentax masih tetap mewarisi keterbatasan buffer memory seperti sang pendahulu K100D. Hal ini akan membatasi kemampuan continuous-shooting yang sudah cukup lambat dengan 2,8 fps. Jadi jelas, buat pecinta sport atau yang suka motret memakai burst mode akan kecewa dengan kinerja K200D. Lantas apa lagi kekurangan Pentax ini dibanding pesaing yang lebih populer? Berikut beberapa hal yang mungkin bisa diperbaiki oleh tim teknik dari Pentax :

  • Saat Nikon terkenal akan kemampuan Matrix Meteringnya, Pentax cukup tertinggal dengan kemampuan meteringnya yang biasa-biasa saja dan cenderung konsisten di under-eksposure.
  • Kecepatan auto fokus Pentax masih belum bisa memecahkan rekor sehingga diperlukan kesabaran dan ketelitian ekstra saat memotret, khususnya untuk auto fokus dengan lensa Pentax lama.
  • Untuk mendapat hasil gambar terbaik perlu melakukan beberapa setting parameter (tweaking). Setidaknya dengan Nikon D40, tanpa merubah setting apapun bisa didapat hasil foto yang optimal.
  • Memakai 14-bit image processing seperti jajaran kamera Canon, daripada sekarang yang masih di 12-bit data.

Tentu saja dengan harga yang ditawarkan, tetap saja ada kompromi yang harus ditempuh. Untuk kamera dengan bodi weather sealed dan kinerja tinggi, anda bisa mencoba Canon EOS 40D atau Nikon D300. Tapi bila ingin kompromi dengan kinerjanya, Pentax K200D ini sudah sangat memadai untuk fotografi sehari-hari, dan dalam beberapa aspek memiliki keunggulan dibanding pesaing sekelasnya.

 

(gaptek28.wordpress.com)