Canon EOS-1Ds Mark III, The Seventh Wonder

 

EOS-1Ds Mark III adalah kamera professional rilisan ketujuh dalam seri EOS-1D DSLR dan merupakan yang ketiga dalam subkategori dengan tambahan ‘s’ di belakang nama EOS-1D. Hal tersebut menggambarkan bahwa kamera ini memiliki full frame sensor. Diumumkan tiga tahun setelah EOS-1Ds terakhir, Mark II, pada 20 Agustus 2007.

EOS-1Ds Mark III meneruskan legacy Canon dalam membuat kamera profesional berkualitas tinggi.

Body dari Mark III dibuat kokoh dan tahan terhadap berbagai gangguan yang mungkin terjadi saat pemotretan karena memiliki environmentally sealed body seperti kamera lainnya yang sekelas. Untuk ukuran, fungsi dan usability, EOS-1Ds Mark III identik dengan EOS-1D Mark III Yang membedakan adalah full frame sensor, viewfinder yang lebih besar karena mengikuti ukuran sensor, dan UDMA support untuk CF Card.

Canon EOS-1Ds Mark IIIKamera ini saat diluncurkan mendorong resolusi dari DSLR melewati batas 20 MP dengan 21.1 MP dan resolusi hingga 5616 x 3744 pada full frame sensor berukuran 36 x 24 mm. Canon juga menyatakan bahwa mereka meningkatkan efisiensi ‘pengumpulan cahaya’ pada sensor dengan mengurangi jarak antara lensa mikro di dalam mekanisme SLR sehingga walaupun resolusinya meningkat, Mark III masih mampu menyediakan sensitivitas hingga ISO 3200 saat menggunakan modus boost. Selain meningkatkan resolusi, Canon meningkatkan kemampuan memotret dari 4 fps pada Mark II menjadi 5 fps pada Mark III. Berarti pada kecepatan penuh kedua prosesor DIGIC III menangani pemrosesan image hingga 185 MB/detik. Sebuah pencapaian yang cukup menaikkan nilai kamera ini.

“It fills a nice niche bridging the gap between the affordability, versatility and portability of professional 35mm format DSLRs and the sheer no compromise image quality of a studio based medium format cameras.”

Resolusi yang dihasilkan dan tingkat detil pixel sangat bagus dan mengesankan apalagi pada setelan ISO rendah dan menggunakan lensa yang sesuai kondisi. Viewfinder yang berukuran 3 inci dengan 230.000 pixel dan 7 tingkat kecerahan yang dapat dipilih membuatnya menjadi salah satu viewfinder paling fleksibel sekaligus paling bagus di jajaran kamera sejenis. Live View dapat dilakukan dengan mudah dan sangat membantu baik saat pemotretan di studio maupun saat kondisi rendah cahaya. ISO tinggi pun bukan menjadi kendala karena performanya baik dan cukup mengejutkan ketika noise reduction pada ISO ini pun tetap mempertahankan detail sambil menyingkirkan noise berukuran super kecil.

Kelebihan lainnya yang paling penting mencakup dynamic range yang baik, kecepatan memotret yang prima, penyesuaian parameter pada image yang lebar (dari -4 hingga +4), dual slot untuk storage dan kecepatan tulis pada SD card dan UDMA CF card sangat cepat dan terpercaya, dan fungsi pada kamera ini yang dapat kita kustomisasi dengan bebas dan menjadikannya salah satu kamera pro dengan tingkat kustomisasi tinggi.

Walaupun begitu, kekurangan dari Mark III ini adalah image yang dihasilkan terlalu soft dan perlu penajaman kembali menggunakan software dan tidak adanya autofocus apapun pada live view mode-nya. Menjadikan pengambilan gambar melalui live mode agak terhambat. Harganya yang cukup tinggi pun menjadi alasan kenapa pertimbangan kesesuaian budget perlu dibuat sebelum membeli kamera ini.

Canon EOS-1Ds Mark IIIKesimpulannya, kamera ini adalah salah satu kamera terbaik yang pernah dibuat oleh Canon sebagai penguasa pangsa pasar DSLR (bersama Nikon) dan menetapkan standar baru untuk kamera sekelasnya saat dirilis. Fitur dan usability dari EOS-1Ds bisa dibilang ada di tingkatan paling atas kelas kamera DSLR Profesional. Semua update dari Mark II yang walaupun terbilang sedikit ternyata memang ditujukan agar menjadi penyempurna seri ini dan menjadikan Mark III kamera yang lebih baik. Di saat semua rilisan EOS-1 lainnya kurang memberi kejutan, Mark III adalah sebuah evolusi dalam segi kualitas gambar, noise reduction, lowlight photography, dan banyak lagi. Untuk memiliki kamera ini anda memang harus merogoh kocek dalam-dalam dan semua potensi yang terdapat pada kamera ini adalah alat bagi para fotografer-fotografer professional. Kurang cocok untuk pehobi maupun untuk pemula yang baru memulai seni fotografi. Anda yang tertarik terhadap kamera DSLR full frame sensor bisa mempertimbangkan EOS-IDs Mark III jika ingin berkecimpung di dunia fotografi.(Gadget/roc)

SPESIFICATIONS:

Announced : 20-Aug-07
Current Price (Body Only) : up to $16,430.40
Max resolution : 5616 x 3744
Effective pixels : 21.1 megapixels
Sensor size : Full frame (36 x 24 mm)
Sensor type : CMOS
Processor : Dual DIGIC III
ISO : 100 – 1600 in 1/3 stops, plus 50, 3200 as option
Image stabilization : No
Uncompressed format : RAW
JPEG quality levels : Fine, Normal (can have ratios programmed)
Autofocus : Phase Detect, Multi-area, Selective single-point, Single, Continuous
Focus Points : 45-point CMOS sensor
Manual focus : Yes
Lens mount : Canon EF mount
LCD size: 3″ LCD dots : 230,000
Live view : Yes
Viewfinder type : Optical (pentaprism)
Minimum shutter speed : 30 sec
Maximum shutter speed : 1/8000 sec
Aperture priority : Yes
Shutter priority : Yes
Built-in flash : No
Self-timer : Yes (2 or 10 sec)
Video – audio : No
Clips : No
Storage types : Compact Flash (Type I or II), SD card
USB : USB 2.0 (480Mbit/sec)
HDMI : No
Remote control : Yes (N3 connector)
Environmentally sealed : Yes
Battery description : Battery Pack Lithium-Ion LP-E4 rechargeable battery & charger
Weight : 1385 g (3.1 lb) (Inc. batteries)

Source: Gadget Indonesia, Mei 2011, halaman 46

(KapanLagi.com)